Sulbar

Konflik Agraria & Konflik Horizontal Mamuju Akibat Wacana LTJ

×

Konflik Agraria & Konflik Horizontal Mamuju Akibat Wacana LTJ

Sebarkan artikel ini

Oleh: Muhammad Ryaas Risyadi, S.Si
(Pendiri Front Mamuju Melawan)

Berdasarkan laman ANTARA mengatakan sedikitnya terdapat tiga blok utama yang menyimpan potensi LTJ di Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Blok Botteng di Kecamatan Simboro dengan luas sekitar 1.011 hektare diperkirakan memiliki sumber daya tereka mencapai 122.505 ton.

Kemudian Blok Botteng Utara seluas 3.165 hektare dan Blok Ahu Pasabu seluas 1.659 hektare juga menunjukkan kandungan LTJ yang menjanjikan.

Dengan total luas wacana alihfungsi lahan yakni 5.835 hektar. Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka juga mengatakan bahwa saat ini tahap penelitian di Mamuju dilakukan dengan luas wilayah 10 hektar bukan jumlah luas yang kecil untuk pengolahan wilayah Masyarakat local.

Berita Lainnya:  Jelang Musda V Demokrat Sulbar, Suraidah Suhardi: Orientasi Politik Masa Depan Mesti Komitmen Menjaga Kepercayaan Publik

Apalagi daerah ini mayoritas masyarakat lokal di Mamuju menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

Komoditas yang banyak diusahakan antara lain kelapa sawit, kakao, kopi, kelapa, padi, dan berbagai hasil hortikultura (alaeis.com)

  • Pertanian dan perkebunan (sawit, kakao, kopi, kelapa, padi) → sumber penghidupan utama.
  • Perikanan → penting bagi masyarakat pesisir.
  • Perdagangan dan jasa → dominan di wilayah perkotaan.

Ancaman perampasan ruang hidup masyarakat lokal Mamuju sangat tinggi apabila proyek tambang mulai memasuki daerah ini yang merupakan sumber penghidupan masyarakat akan dialih fungsikan. Air dan tanahnya akan dicemari sehingga akan jauh dari kata kesejahteraan.

Total luas wilayah Kabupaten Mamuju tanpa menghitung wilayah Kecamatan Mamuju (wilayah kota/ibu kota kabupaten), yakni :

Berita Lainnya:  Sebut Pergantian Kepala BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Program MBG, DPN PERMAHI Minta Masalah di Sulbar Ditelusuri Tuntas

• Luas total Kabupaten Mamuju ≈ 4.942 km².

• Luas Kecamatan Mamuju (pusat kota Mamuju) ≈ 224,90 km².

Jadi luas Kabupaten Mamuju selain wilayah kotanya adalah sekitar: 4.942,25 km² − 224,90 km² = 4.717,35 km². (laman pemda)

Dari total luas wilayah Kabupaten Mamuju selain pusat kota 4.717,35 km² yang berarti temasuk didalamnya simboro, tapalang, tapalang barat, kalukku, papalang, sampaga,tommo kalumpang dan bonehau yang beberapa menjadi target wilayah operasi proyek LTJ yang berarti dari total luas wilayah yang terdeteksi saat ini menyimpan Cadangan LTJ 5.835 hektar atau 58,35 km² dari total luas Kabupaten Mamuju selain dari pusat kota 471.735 hektar dan kemungkinan besar akan terus bertambah 70 persen dari luas wilayah 58,35 km² ini merupakan tutupan hutan milik Masyarakat local di sektor lahan pertanian dan Perkebunan sebagai sumber penghidupan mereka.

Berita Lainnya:  Petani Sawit Mengeluh Harga TBS Anjlok, DPRD Sulbar Akan Bentuk Pansus Awasi Perusahaan

Dampak utama pengerukan LTJ terhadap tanah adalah degradasi fisik, penurunan kesuburan, peningkatan erosi, dan potensi pencemaran oleh logam berat maupun unsur radioaktif alami ini membuat ancaman besar terhadap sumber penghidupan, ekologis bahkan kesehatan masyarakat lokal.

Kapabilitas hirilisasi pemerintah Indonesia saat ini sangat belum memadai dalam melakukan proyek tambang dengan dalih swasembada energi tapi mengorbankan masyarakat dalam berbagai aspek dan keuntungannya tak kasat mata sama sekali.(*)