SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) Cabang Mamuju mendesak Polda Sulawesi Barat untuk mengawasi ketat distribusi pupuk subsidi di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju.
Desakan itu disampaikan menyusul adanya dugaan kuat bahwa penyaluran pupuk subsidi tidak tepat sasaran dan hanya menguntungkan para tengkulak.
Ketua PERMAHI Mamuju Imam Suritno S.H mengatakan, pihaknya menerima banyak laporan dari petani di Kalukku yang kesulitan mendapatkan pupuk subsidi. Padahal, musim tanam sudah mulai.
“Diduga kuat pupuk subsidi yang seharusnya untuk petani malah disalurkan ke tengkulak. Akibatnya harga di pasaran jadi mahal dan petani kecil yang dirugikan,” ujarnya, Senin (27/7/2026).
Imam menyebut banyak petani dan kelompoknya mengeluh bahwa subsidi pupuk sulit di dapat dan miris nya di duga banyak kelompok tani yang mendapat subsidi justru menjual kembali pupuk tersebut ke tengkulak untuk di jadikan pupuk sawit bahkan pupuk pupuk tersebut di tampung terlebih dahulu lali di kirim ke perusahaan untuk di jual kembali menurut keterangan dari laporan masyarakat yang tidak ingin di sebut namanya bahkan menduga ada oknum bekingan dari aparat yang memuluskan distribusi pupuk subsidi tersebut. Dan juga kami menduga banyak kelompok tani yang di dalamnya tidak memiliki lahan tapi mendapatkan pupuk subsidi.
PERMAHI Mamuju menilai praktik ini merupakan bentuk penyelewengan yang merugikan negara dan mencederai hak petani. Karena itu, pihaknya meminta aparat kepolisian, khususnya Polda Sulbar, untuk turun langsung melakukan pengawasan dan penyelidikan.
“Kami minta Polda Sulbar tidak tinggal diam. Awasi distribusi dari kios resmi sampai ke tangan petani. Jika ada oknum yang bermain, proses hukum sesuai aturan yang berlaku,”
Juga kami meminta dinas pertanian kabupaten Mamuju dan dinas pertanian provinsi Sulawesi Barat melakukan atensi jika tidak permahi mamuju akan melakukan aksi demonstrasi dan melaporkan dugaan tersebut tegasnya.
Selain itu, PERMAHI juga mendorong Dinas Pertanian dan pihak terkait lainnya untuk melakukan audit penyaluran pupuk subsidi di wilayah Kalukku agar lebih transparan.(*)





