Sulbar

Dialog dan Buka Puasa Bersama IKA PMII Sulbar, Suhardi Duka: Alumni Harus Berkarakter Petarung

×

Dialog dan Buka Puasa Bersama IKA PMII Sulbar, Suhardi Duka: Alumni Harus Berkarakter Petarung

Sebarkan artikel ini

SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Sulawesi Barat (Sulbar) buka puasa bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Jl Abd Malik Pattana Endeng, Simboro, Mamuju, Rabu (11/3/2026).

Buka puasa bersama dirangkaikan dengan dialog bertajuk Munajat Cinta Ramadan IKA PMII dengan tema “Meneguhkan Peran Alumni PMII dalam Menjaga Nilai Ahlussunnah Waljamaah di Tengah Dinamika Zaman”.

Dialog dipandu salah satu alumni PMII Sulbar, Imelda Adhiyanty.

Berita Lainnya:  Sebut Pergantian Kepala BGN Harus Jadi Momentum Pembenahan Program MBG, DPN PERMAHI Minta Masalah di Sulbar Ditelusuri Tuntas

Sementara sebagai keynote speaker dialog adalah Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, yang juga Ketua PW IKA PMII Sulbar.

Hadir juga dalam buka puasa bersama Sekretaris IKA PMII Sulbar Mahmud Subarka dan Bendahara April Ashari Hardi.

Tak hanya itu, turut hadir Kakanwil Kemenag Dr H Adnan Nota yang juga merupakan alumni PMII, anggota DPRD Sulbar Sukri Umar dan Usman Suhuriah yang merupakan alumni PMII, M Yanas, mantan Ketua Pengadilan Agama, serta ratusan alumni PMII lintas generasi lainnya.

Berita Lainnya:  MF Taekwondo Mamuju Borong 10 Medali di Sulteng Open Series VII, Bawa Pulang 5 Emas dan 5 Perak

Dalam dialog, Ketua IKA PMII Suhardi Duka menekankan bahwa alumni PMII harus membangun karakter petarung, tidak menjadi kader yang belum bertarung sudah kalah.

“Kader-kader ke depan harus didorong masuk ke dunia usaha, sehingga membutuhkan karakter yang kuat. Karakter petarung,” kata Suhardi Duka.

Ia menguraikan, seiring perkembangan teknologi dan zaman, cara-cara kerja ke depan semakin efisien sehingga tidak membutuhkan banyak tenaga manusia.

Berita Lainnya:  Komisi II DPRD Sulbar Soroti Rendahnya Realisasi PAD dan Pelaksanaan Program APBD 2026

“Contoh misalnya, penerimaan PPPK itu akan disetop, selain karena tekanan fiskal, juga karena seiring perkembangan teknologi semakin tidak membutuhkan banyak tenaga manusia,” ujarnya.

Oleh karena itu, SDK kembali menekankan PMII harus melahirkan kader-kader yang memiliki karakter mampu bertarung di berbagai sektor.

“PMII harus mampu menciptakan kader yang mampu menciptakan peluang,” imbuhnya. (*)