Sulbar

DPRD Sulbar Paripurna Penyerahan dan Penjelasan Gubernur terhadap Ranperda Perubahan APBD 2025

×

DPRD Sulbar Paripurna Penyerahan dan Penjelasan Gubernur terhadap Ranperda Perubahan APBD 2025

Sebarkan artikel ini

SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU — DPRD Provinsi Sulawesi Barat rapat paripurna dengan agenda penyerahan dan penjelasan Gubernur Sulbar terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025, Jumat (1/8/2025).

Wakil Ketua I DPRD Sulbar, Dr. Suraidah Suhardi yang memimpin rapat paripurna menjelaskan bahwa perubahan APBD merupakan bagian dari agenda konstitusional dalam siklus perencanaan dan penganggaran daerah.

Proses ini penting untuk menyesuaikan perubahan asumsi kebijakan umum, serta mengakomodasi program prioritas yang membutuhkan anggaran tambahan demi peningkatan pelayanan publik dan percepatan pembangunan daerah.

Berita Lainnya:  KUA-PPAS 2027: Dikbud Sulbar Fokus Tuntaskan ATS, Perkuat SPM Pendidikan dan Link and Match SMK-DUDI

“Perubahan APBD ini merupakan amanat peraturan perundang-undangan dan disusun berdasarkan dinamika serta kebutuhan riil pembangunan daerah,” ujar Suraidah.

Penyusunan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 diawali dengan penyusunan dan kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS).

Kesepakatan antara Pemprov Sulbar dan DPRD itu telah tercapai pada 29 Juli 2025 dan menjadi dasar dalam penyusunan Ranperda.

Berita Lainnya:  Ketua PERMAHI Mamuju Desak Kejagung dan Pemkab Mateng Segera Bangun Kantor Kejari Mamuju Tengah

Selanjutnya, pembahasan Nota Keuangan dan Ranperda Perubahan APBD akan dilakukan sesuai mekanisme DPRD, dimulai dari rapat pimpinan hingga pembahasan bersama alat kelengkapan dewan.

Dalam rapat paripurna tersebut, Plh Sekprov Sulbar Herdin Ismail mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka menyampaikan penjelasan resmi pemerintah terhadap Ranperda Perubahan APBD 2025.

Rapat dihadiri sejumlah anggota DPRD, antara lain Sukri Umar, Syamsul Samad, Muliadi Bintaha, Khalil Gibran, Sulfakri Sultan, Ahmad Junaedi, dan beberapa legislator lainnya.

Berita Lainnya:  Krisis BBM Lumpuhkan Sendi Ekonomi Rakyat, Nelayan hingga Pengendara di Sulbar Jadi Korban Antrean SPBU

Turut hadir jajaran pejabat Pemprov Sulbar, termasuk Kepala Bapperida Junda Maulana, Asisten I M. Jaun, Direktur RSUD dr. Marintani Erna Dochri, Kadis Perkim Maddareski Salatin, Asisten III Amujib, serta sejumlah pejabat eselon III.(*)