Sulbar

Kapolda Irjen Pol Totok Sambangi Kantor PWNU, Perkuat Sinergi dengan Ulama Cegah Kejahatan di Sulbar

×

Kapolda Irjen Pol Totok Sambangi Kantor PWNU, Perkuat Sinergi dengan Ulama Cegah Kejahatan di Sulbar

Sebarkan artikel ini

SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Barat (Sulbar) menerima kunjungan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulbar Irjen Pol Totok Suharyanto, Selasa (27/10/2026).

Irjen Totok Suharyanto didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Sulbar disambut langsung Ketua Tanfidziyah PWNU Sulbar Dr KH Adnan Nota bersama jajaran pengurus di kantor PWNU Sulbar, Jl Abd Malik Pattana Endeng, Lingkungan Koronganan, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Selasa pagi.

Adnan Nota menyambut jenderal polisi bintang dua itu dengan pengalungan sorban hijau berlogo Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pengurus cabang (PC) NU turut hadir, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom.

Turut hadir melalui Zoom Rais Syuriah PWNU Sulbar KH Tsabit Nadjamuddi. Ia menyampaikan selamat datang kepada Irjen Pol Totok di Sulbar sekaligus memohon maaf karena tidak dapat hadir langsung akibat faktor kesehatan.

Berita Lainnya:  PERMAHI Mamuju Soroti Peredaran Miras dan Dugaan Premanisme Oknum ASN, Desak Pemkab Bertindak

Ia mengatakan akan terus mendoakan Kapolda Sulbar agar sukses menjalankan tugas yang diamanatkan negara.

“Insyaallah, diminta atau tidak, seluruh jajaran NU akan terus memberikan dukungan kepada kepolisian dalam menjalankan tugas kenegaraan, khususnya di Sulbar,” ucapnya.

Menurutnya, kehadiran Kapolda Sulbar di kantor PWNU Sulbar membawa angin segar bagi NU untuk terus berjuang melanjutkan warisan kemerdekaan yang diperjuangkan para pendiri bangsa.

Dalam kesempatan itu, PWNU dan Kapolda Sulbar bersama jajaran PJU berdialog membahas perkembangan sosial kemasyarakatan di Sulbar.

Irjen Totok mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk silaturahmi karena dirinya baru bertugas kurang dari satu bulan di Sulbar.

Totok berharap seluruh jajaran NU, khususnya di Sulbar, terus membangun sinergi dengan kepolisian melalui masukan bagi anggota Polri dalam menjalankan tugas.

Berita Lainnya:  Aksi Damai Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo-Gibran, GMNI Mamuju Soroti Kebijakan Nasional hingga Persoalan Daerah

Ia menekankan tagline Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yakni Polisi Bersama Masyarakat. Menurutnya, polisi harus terus hadir bersama masyarakat, termasuk para ulama dan kiai.

“Agar kami terus diberikan masukan, diingatkan jika ada yang keliru, dan paling penting didoakan dalam menjalankan tugas,” ujar Irjen Totok.

Dalam kesempatan itu, mantan Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Mabes Polri tersebut memuji NU sebagai organisasi besar yang telah banyak berkontribusi dalam menjaga bangsa dan negara.

Ia juga meminta dukungan para ulama dan kiai NU dalam penanganan dan pencegahan tindak kekerasan yang terjadi di Sulbar.

“Jika tidak dapat ditangani secara preventif, tentu kita akan lakukan penindakan. Kami memohon dukungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Adnan Nota menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolda Sulbar beserta jajaran PJU. Ia menegaskan PWNU Sulbar selalu siap bersinergi dengan Polda Sulbar dalam menangani berbagai persoalan yang menjadi perhatian khusus kepolisian saat ini.

Berita Lainnya:  Karhutla Kalimantan Darurat, DPN Permahi Desak Presiden Prioritaskan Penanganan dan Copot Menteri Kehutanan

Ia juga meminta dukungan kepolisian dalam menangani potensi kekerasan di lembaga pendidikan pesantren.

“Tentu, diminta atau tidak, PWNU Sulbar akan selalu siap mendukung kepolisian dalam memberantas kasus narkoba. Narkoba ini menjadi salah satu ancaman menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

Selain itu, PWNU Sulbar siap bekerja sama dengan kepolisian dalam mencegah penyebaran paham-paham radikal.

Dalam kesempatan itu, PWNU Sulbar juga menyampaikan harapan agar proses perekrutan anggota Polri tidak hanya memberikan privilege khusus bagi penghafal Al-Qur’an, tetapi juga bagi para santri yang mengkaji atau membaca kitab kuning di pesantren-pesantren NU di seluruh Indonesia. (*)