Sulbar

Sekretaris PERMAHI Mamuju Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Seksual di Sulbar

×

Sekretaris PERMAHI Mamuju Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Seksual di Sulbar

Sebarkan artikel ini

SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Maraknya kasus kekerasan seksual di Sulawesi Barat (Sulbar) menjadi sorotan berbagai pihak. Minimnya ruang aman bagi perempuan dinilai menjadi salah satu faktor utama terjadinya kasus tersebut.

Sekretaris Umum PERMAHI Cabang Mamuju, Rahmania, menilai kasus kekerasan seksual di Sulawesi Barat, khususnya di Kabupaten Mamuju, sangat memprihatinkan. Pasalnya, peningkatan kasus kekerasan seksual dinilai cukup tinggi, bahkan pelaku kerap berasal dari orang terdekat korban.

Berita Lainnya:  PERMAHI Mamuju Soroti Konflik Kejaksaan-Polri, Desak Reformasi Penegakan Hukum Tanpa Kompromi Politik

“Orang terdekat yang selama ini dianggap sebagai tempat aman justru bisa menjadi pihak paling berbahaya, termasuk dari lingkungan keluarga. Karena itu, perlindungan yang lebih ketat sangat diperlukan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penanganan serius dari aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, agar setiap kasus kekerasan seksual diproses sesuai hukum demi memastikan keadilan bagi para korban.

Berita Lainnya:  PERMAHI Mamuju Soroti Program Hibah Motor Listrik untuk Guru Honorer, Desak Transparansi dan Audit

Selain itu, Rahmania berharap edukasi sejak dini, penguatan hukum, serta intervensi komunitas dan aparat penegak hukum dapat menjadi langkah efektif dalam menekan angka kekerasan seksual di Sulawesi Barat.

Menurutnya, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan kesehatan reproduksi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta penguatan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Ia juga meminta perhatian pemerintah, khususnya instansi yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, agar lebih aktif dalam mengawal serta menjadi wadah utama dalam penyelesaian kasus kekerasan seksual.(*)

Berita Lainnya:  PERMAHI Mamuju Soroti Mandeknya RUU Perampasan Aset, Desak DPR Segera Sahkan Regulasi Antikorupsi