SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyalurkan bantuan untuk penyediaan makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting di Puskesmas Rangas, Kabupaten Mamuju, Jumat (24/4/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Baznas Sulbar Bidang Pendistribusian, Firman, didampingi staf Baznas serta ahli gizi Puskesmas Rangas.
Firman menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa dana tunai yang selanjutnya akan dikelola oleh pihak Puskesmas Rangas untuk penyediaan makanan tambahan bagi balita stunting.
Menurutnya, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari kerja sama antara Tim Percepatan Penurunan Stunting Terpadu (Pastipadu) Pemerintah Provinsi Sulbar dengan Baznas Sulbar dalam upaya penanganan stunting.

“Bantuan ini diperuntukkan bagi 25 balita stunting khusus di Kelurahan Rangas,” kata Firman kepada wartawan.
Ia menjelaskan, intervensi yang dilakukan berupa penyediaan makanan tambahan bergizi selama 28 hari secara berturut-turut.
“Kami dari Baznas menyiapkan anggaran, kemudian pihak Puskesmas bekerja sama dengan Posyandu dalam proses pemberian makanan tambahan tersebut,” ujarnya.
Setelah bantuan disalurkan, Baznas Sulbar juga akan melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat perkembangan kondisi anak-anak yang menerima intervensi.
“Kami akan memantau progresnya setiap pekan terhadap anak-anak yang diintervensi. Ini juga menjadi bentuk laporan pertanggungjawaban kepada Tim Pastipadu dan Baznas sendiri,” ucapnya.
Selain bantuan makanan tambahan, Baznas Sulbar juga akan menyerahkan alat ukur tinggi badan serta timbangan berat badan untuk mendukung pemantauan tumbuh kembang balita.
Firman berharap bantuan tersebut dapat didistribusikan secara tepat sasaran sesuai data yang dimiliki oleh tim Puskesmas Rangas.

Kepala Puskesmas Rangas, Sri Sulfiani, menyambut baik program bantuan PMT bagi balita stunting di wilayah kerjanya.
Sri mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas Rangas dan Baznas Provinsi Sulbar dalam rangka intervensi penanganan balita stunting.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus berlanjut guna mendukung program pemerintah, khususnya dalam percepatan penanganan stunting.
“Dengan adanya intervensi ini, diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap balita sasaran, terutama dalam peningkatan status gizinya,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sulbar, Ahmad, menegaskan bahwa bantuan pemberian makanan tambahan bagi anak stunting di Puskesmas Rangas merupakan wujud komitmen penuh Baznas Sulbar dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Ini adalah bentuk komitmen penuh atas MoU Baznas dengan Pemprov Sulbar, dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur. MoU ini berlaku dari tahun 2025 hingga 2030,” kata Ahmad.
Ia menegaskan, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama sehingga Baznas berkomitmen untuk terus berkontribusi membantu pemerintah daerah.
“Salah satunya melalui penyaluran bantuan pemberian makanan tambahan ke Puskesmas Rangas hari ini sebagai wujud nyata kerja sama tersebut,” ujarnya.
Ahmad berharap bantuan ini dapat memberikan hasil terbaik dalam upaya penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Rangas. (*)





