SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Momentum satu tahun kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga di Provinsi Sulawesi Barat tidak hanya diwarnai pemaparan capaian pembangunan yang dirangkai dengan acara buka puasa bersama lintas stakeholder. Tetapi juga menegaskan kuatnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menghadirkan program pro-keagamaan.
Salah satu program yang mendapat atensi adalah pemberangkatan umrah gratis bagi sejumlah imam di Kabupaten Mamuju.
Program tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi dan komunikasi yang intens antara pemerintah daerah dan unsur legislatif dalam mendorong kebijakan penguatan serta kepedulian terhadap tokoh agama.
Wakil Ketua DPRD Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi menegaskan bahwa program pemberangkatan umrah tersebut merupakan upaya kongkret pemerintah pada berbagai jenjang dalam memberi perhatian kepada saudara-saudara yang telah mengabdikan dirinya ditengah masyarakat.
Mereka tak hanya sebagai pemimpin spiritual yang bergerak normatif. Tetapi juga hadir meneduhkan kehidupan ummat ditengah dinamika kehidupan masyarakat masa kini.
“Dari sinilah kita kemudian komunikasikan dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam skema kebijakan pemerintah daerah. Bahwa tokoh agama perlu mendapat apresiasi penting atas pengabdian mereka ditengah ummat. Aspirasi itu kami perjuangkan bersama, dan Alhamdulillah mendapat respons positif dari pemerintah provinsi hari ini. Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur atas kolaborasi yang baik ini,” ujar Suraidah via telepon dari Makkah Arab Saudi.
Lebih lanjut, kata Dia meskipun jumlah penerima manfaat masih terbatas, langkah ini adalah fondasi awal dalam membangun program penguatan dan kepedulian terhadap tokoh agama secara berkelanjutan.
Suraidah berharap, ke depan sinergi antara legislatif dan eksekutif semakin diperkuat sehingga lebih banyak imam di Sulawesi Barat dapat merasakan manfaat program serupa.
Sementara itu, Kepala Biro Pemkesra Sulawesi Barat, Murdanil, selaku stakeholder program tersebut membenarkan bahwa hal ini merupakan hasil kolaborasi bersama antara eksekutif dan legislatif.
“Betul bahwa ini program merupakan bentuk komitmen bersama pemerintah daerah terhadap sektor keagamaan. Kedepan kita berharap jumlahnya bisa bertambah agar perlahan bisa menjangkau para imam yang pada periode ini belum berkesempatan. Untuk saat ini baru bisa mengakomodir lima orang yang terdiri dari masing-masing perwakilan lima kecamatan dengan melihat usia dan masa pengabdian dimasing-masing wilayah,” bebernya.(*)





