SULBAR-KABART.COM, MAMUJU – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Barat menggelar Evaluasi Perencanaan Semester I Tahun 2025 dan Bimbingan Teknis Penyusunan Dokumen Perencanaan Tahun 2026 di Aula Asrama Haji Mamuju, Rabu (15/10/2025).
Kegiatan yang diikuti anggota Baznas kabupaten se-Sulbar itu dibuka langsung oleh Direktur Perencanaan ZIS-DSKL Nasional, Dr. Ahmad Hambali.
Ahmad Hambali mengatakan, evaluasi tersebut sangat penting karena menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan agar pengelolaan zakat berjalan sesuai tujuan—harus efektif, efisien, dan berdampak.
“Standarnya sederhana. Kalau kita mau menyusun perencanaan atau rencana strategis, mesti melihat apa yang sudah dilakukan sebelumnya. Apa kendala atau hambatan dalam menjalankan program-program yang telah disusun tahun sebelumnya,” kata Ahmad Hambali.
“Jadi, perencanaan mesti selalu didahului dengan evaluasi. Misalnya, mengapa tidak mencapai target atau mengapa umat yang miskin belum banyak yang naik kelas. Dari evaluasi ini akan terlihat apakah strateginya perlu diubah atau dipertajam, serta apakah penerima zakat juga perlu diberi skill atau pendampingan,” sambungnya.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data, sudah hampir 3 hingga 5 juta orang yang berhasil didorong Baznas keluar dari garis kemiskinan. Meski demikian, manfaat zakat telah menyasar hingga 100 juta penduduk.
Oleh karena itu, kata Ahmad Hambali, dalam evaluasi dan bimtek penyusunan perencanaan tersebut ditekankan bahwa program Baznas harus sinkron dengan program penanganan kemiskinan pemerintah, baik pusat maupun daerah.
“Pasal 3 Undang-Undang Nomor 23 juga menegaskan hal itu. Pengelolaan zakat bertujuan mengefisienkan dan mengefektifkan penanggulangan kemiskinan serta memakmurkan umat. Jadi pengelolaan zakat tidak cukup hanya dengan membagi-bagikan, tapi mesti ada perencanaan yang baik sesuai kondisi daerah,” pungkasnya.
Ia menambahkan, dalam perencanaan perlu dilakukan pemetaan wilayah untuk mengetahui di mana kantong-kantong kemiskinan yang perlu diintervensi, program apa yang tepat, serta bagaimana pengawalannya.
“Dalam RPJMN, Baznas tahun ini ditargetkan berkontribusi menurunkan angka kemiskinan sebesar 2 persen. Karena itu, evaluasi ini juga akan melihat apakah target sebelumnya sudah tercapai. Jika belum, berarti kita harus bekerja lebih keras lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sulbar, Ahmad, mengatakan bahwa evaluasi Semester I Tahun 2025 dan bimtek penyusunan perencanaan Tahun 2026 menekankan kepada seluruh Baznas kabupaten bahwa prioritas utama adalah membantu pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Jadi, fokus utama Baznas adalah bagaimana menciptakan UMKM yang berdaya, serta membantu Gubernur dan Wakil Gubernur dalam memacu pertumbuhan ekonomi sebagaimana yang ditargetkan, yakni 1 persen per tahun,” ucapnya.
Karena itu, ia mendorong para pimpinan Baznas kabupaten se-Sulbar agar dalam penyusunan rencana kegiatan Tahun 2026 menyesuaikan dengan visi dan misi pemerintah daerah.
Pada kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan bantuan pemberdayaan umat hasil kerja sama Baznas dan Kemenag kepada sejumlah penerima manfaat atau mustahik.(*)





