Sulbar

Gubernur SDK Respon Cepat Inpres Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Komitmen Perkuat Ekonomi Kerakyatan

×

Gubernur SDK Respon Cepat Inpres Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Komitmen Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulbar Suhardi Duka rapat koordinasi virtual dengan para bupati dan OPD tindaklanjuti Inpres Nomor 9 Tahun 2025 tentang pembentukan koperasi desa merah putih

SULBAR-KABARTA.COM, MAMUJU – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) merespons cepat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 terkait pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih.

SDK langsung menggelar rapat koordinasi (rakor) virtual bersama seluruh bupati dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Senin (14/4/2025).

Gubernur SDK menegaskan, instruksi presiden ini bersifat “very important” dan harus segera diimplementasikan hingga tingkat desa.

Berita Lainnya:  Ketua BEM Universitas Wallacea Minta Pelibatan TNI–Polri dalam Pendampingan Haji 2026 Dibatasi

“Dalam pengambilan kebijakan, ada yang penting, ada sangat penting. Instruksi presiden ini masuk kategori very-very important,” tegas Suhardi Duka.

Ia menekankan, pemerintah daerah, terutama kabupaten dan kota, harus segera menjalankan instruksi tersebut karena sasarannya langsung menyentuh tingkat desa dan kelurahan.

Dengan langkah ini, Pemerintah Provinsi Sulbar berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan melalui koperasi desa, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah pusat

Berita Lainnya:  Wakil Ketua DPRD Sulbar Suraidah Hadiri Talkshow Pendidikan dan Launching Buku Bahasa Daerah Mamuju

SDK menjelaskan, Inpres ini berlandaskan UUD 1945 Pasal 33, yang menyatakan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar asas kekeluargaan. Selain itu, sejumlah undang-undang juga mendukung koperasi sebagai sarana penguatan ekonomi rakyat.

“Koperasi ini bukan konsep liberal, melainkan bagian dari Ekonomi Pancasila yang lebih mengarah pada prinsip sosialis. Ini juga ditekankan Presiden dalam Retret di Akademi Militer Magelang Februari lalu,” jelas Suhardi. (rls/*)

Berita Lainnya:  Ketua Lingkaran Mahasiswa Mateng Sebut Pencemaran Sungai Barakkang Karena Kelalaian Perusahaan Sawit